Padang (UNAND) —

Universitas Andalas menyelenggarakan International Interdisciplinary Conference on Green Development in Tropical Regions (IICGDTR) 2025, membahas tantangan pembangunan hijau di kawasan tropis untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Konferensi internasional ini berlangsung di Convention Hall Universitas Andalas dan dirangkaikan dengan Congress I of DSA-Indonesia. Acara dibuka secara resmi oleh pimpinan universitas yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam menjawab isu-isu lingkungan tropis.

Hadir akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara yang membahas isu strategis, mulai dari mitigasi perubahan iklim, inovasi teknologi ramah lingkungan, hingga integrasi riset dengan kebijakan publik. Para pembicara menegaskan bahwa pembangunan hijau di kawasan tropis tidak dapat diselesaikan oleh satu disiplin ilmu saja, melainkan membutuhkan pendekatan interdisipliner.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Andalas menyampaikan bahwa kawasan tropis memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dunia, namun juga menghadapi ancaman serius akibat deforestasi dan perubahan iklim. Oleh karena itu, konferensi ini menjadi momentum untuk memperkuat jejaring riset internasional dan menghasilkan solusi nyata yang aplikatif.

“Wilayah tropis menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa, tetapi juga menghadapi ancaman serius. Karena itu, pembangunan hijau harus menjadi agenda bersama.” — Rektor Universitas Andalas

Melalui IICGDTR 2025, Universitas Andalas berharap dapat memperluas kolaborasi global, mendorong inovasi, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian SDGs di tingkat nasional maupun internasional.